aku menciut dan seolah menjadi kurcaci
senja sore menyapa dengan kharisma langit orange nya
indah dan begitu menenangkan
kutegakkan kepala
melukiskan tanda titik dua dan tanda tutup kurung
berkhayal dan merasakan menjadi kurcaci yang menelusup awan
percikan sinar matahari senja menyilaukan kelopak mataku
membuka mata dan seulas senyum tersirat dibibir
"merindukanmu sama seperti melukiskan kanvas langit"
penuh warna yang ingin kutuang
hanya saja tanganku tergerak memoles warna merah muda
tiba-tiba langit mengangkat pelupuknya
terbingkai sebuah lambang pada kanvas langit
cinta. . .
langit yang membuatku merindukanmu
. . cinta . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.