untuk Cinta Secukupnya, mungkin~
aku tak pernah berpikir mencintaimu, walau hanya sekejap
tapi, alur nasib berbalik
aku mencintaimu sejak kali pertama, saat itu . .
mengurungku dengan cinta satu-satunya
apa yang harus kubela dari pertanyaanku?
cinta memang tak pernah butuh alasan,
tertuju satu rindu untukmu
haruskah aku menepikannya? dan berlabuh dipalung jiwa?
aku merunduk malu, titik pengakhiranku sia-sia belaka
tak usai menapak dalam jejak yang tertatih
kucari langkah muaraku
AKU CINTA, ternyata!!
~ cinta ini begitu indah, HANYA untukmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.