Hello :)

cintai hidup dengan keberanian ~

Selasa, 20 November 2012

:)


Dear You,
Kau, sesuatu yang tak terduga-
Cinta itu, tak pernah terduga kapan datangnya, dari mana datangnya dan kepada orang yang tak terduga juga. Setarik napasku memburu waktu yang tak kunjung mengungkapkan sapa baiknya. Sepertinya aku mulai menelan rasa berbeda yang mencuat kepermukaan hidupku, saat ini. Tak salah, tak masalah untuk mencari kemana alur ini akan dibawa, hanya dengan meyakini bahwa aku telah menemukan alasanku untuk hidup : bahagia bersamamu.

-----dear-you----

Dear You,
Dan seterusnya, jika kau mengizinkan,
Ini yang tertulis di wajahku, ada rindu untukmu. Entah sudah berapa lama kata itu mengeratkan tentangmu dalam keluasan perasaanku yang tak lekang. Tentangmu, saat ini, yang tak mampu kutepikan apalagi kulupakan. Tentangmu yang setia kujaga di sudut hati terdalam. Inilah kuasa pilihanku. Inilah yang tertulis di hatiku, aku memilihmu.

-----dear-you----

Dear You,
Tanpamu begitu beda, mungkin saja-
Tanpamu begitu beda, tanpamu begitu sepi. Mungkin saja, begitu tak bisa dan tak terbiasa aku tanpamu. Hanya saja, yang aku tau... begitu bahagia jika aku bersamamu. Titik!!

-----dear-you----

Dear You,
Di cinta, aku berhenti membacamu-
Ini, bukan soal kata ganti orang pertama atau kedua. Yang aku cari adalah subyek dengan abjad cinta yang berfungsi sebagai kata kerja. Di kata cinta aku ingin berhenti membacamu. Lalu, kemudian aku tanya “bagaimana menulis kata cinta?”. Aku hanya mampu mengeja hurufnya, selebihnya adalah rasa yang diam dari kedalamannya. Lalu, terang senja menikamku di ruang penuh cahaya. Seperti masuk dalam sebuah labirin, setiap kali aku mencoba mengurai segala tentangmu sesatku di persimpangan jalan. Menunggumu dalam ketidakpastian. Ini yang terpikirkan olehku, bukan cinta yang akan memisahkan, tapi kita yang membuatnya terjadi. Bukan cinta yang akan melukai, kita yang membuatnya terjadi sedemikian rupa. Dan, semoga kita tak pernah berpikir untuk melakukannya.

-----dear-you----

Dear You,
Yes you,-
Senja, yang aku tandai ramai jalanan dengan satu keyakinan. Bisakah esok sebuah kejutan datang? Tau-tau rindu menyelinap tanpa rencana. Senja yang tak terbilang, gentar melawan bilang-bilang satu rindu. Tiba-tiba sebuah jejak baru ingin kupijak, dan di teduh matamu aku tak ingin beranjak pergi. Tanpa praduga, udara dipenuhi bingkai apik matamu. Satu demi satu, mengundang tenang didekatku. Mungkin terdengar lugu, tapi peduli apa ketika gersang keterasinganku serentak menghijau tiba-tiba.

-----dear-you----
Dear You,
Menunggu waktu, KITA ?-
‘Apa yang sebenarnya paling kita tunggu?’ Waktu bertemu? Waktu berpisah? Untuk kita yang telah lelah dan kalah karena menunggu? Kita? Menunggu waktu untuk bertemu atau menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya?