Hello :)

cintai hidup dengan keberanian ~

Kamis, 27 Desember 2012

your,-

Aku memilihmu bukan dalam terang siang,
Aku memilihmu dalam kegelapan, dengan hati sebagai mataku.

Kesalahan berlapis yang kusyukuri, karena tak pernah ada penyesalan yang mengikuti. Karena bisa memilihmu dan memilikimu adalah sebuah keberuntungan sempurna yang mengakar dalam barisan hari. Hari itu ketika suatu kata terucap, tunduk teduh pada keakuan hati, detik ini dan selamanya-nanti. Seperti lilin yang membakar diri hingga luluh lantak pada sebuah keakuan hati, pada sebuah perintah hati. 

Entah sebagai awal atau akhir, aku tetap mengingkanmu sebagai tokoh utama dari setiap inci cerita bahagia dan sedihku. Entah sebagai awal atau akhir, ingin kuawalkan dan kuakhirkan dirimu sebagai satu-satunya untukku. Entah sebagai awal atau akhir, selalu menyimpan keyakinan untuk dirimu. Dan sebagai awal, aku memulakan dengan bismillah. Lalu seiring waktu untuk akhir, aku menuntun untuk selalu berdoa.


Selasa, 20 November 2012

:)


Dear You,
Kau, sesuatu yang tak terduga-
Cinta itu, tak pernah terduga kapan datangnya, dari mana datangnya dan kepada orang yang tak terduga juga. Setarik napasku memburu waktu yang tak kunjung mengungkapkan sapa baiknya. Sepertinya aku mulai menelan rasa berbeda yang mencuat kepermukaan hidupku, saat ini. Tak salah, tak masalah untuk mencari kemana alur ini akan dibawa, hanya dengan meyakini bahwa aku telah menemukan alasanku untuk hidup : bahagia bersamamu.

-----dear-you----

Dear You,
Dan seterusnya, jika kau mengizinkan,
Ini yang tertulis di wajahku, ada rindu untukmu. Entah sudah berapa lama kata itu mengeratkan tentangmu dalam keluasan perasaanku yang tak lekang. Tentangmu, saat ini, yang tak mampu kutepikan apalagi kulupakan. Tentangmu yang setia kujaga di sudut hati terdalam. Inilah kuasa pilihanku. Inilah yang tertulis di hatiku, aku memilihmu.

-----dear-you----

Dear You,
Tanpamu begitu beda, mungkin saja-
Tanpamu begitu beda, tanpamu begitu sepi. Mungkin saja, begitu tak bisa dan tak terbiasa aku tanpamu. Hanya saja, yang aku tau... begitu bahagia jika aku bersamamu. Titik!!

-----dear-you----

Dear You,
Di cinta, aku berhenti membacamu-
Ini, bukan soal kata ganti orang pertama atau kedua. Yang aku cari adalah subyek dengan abjad cinta yang berfungsi sebagai kata kerja. Di kata cinta aku ingin berhenti membacamu. Lalu, kemudian aku tanya “bagaimana menulis kata cinta?”. Aku hanya mampu mengeja hurufnya, selebihnya adalah rasa yang diam dari kedalamannya. Lalu, terang senja menikamku di ruang penuh cahaya. Seperti masuk dalam sebuah labirin, setiap kali aku mencoba mengurai segala tentangmu sesatku di persimpangan jalan. Menunggumu dalam ketidakpastian. Ini yang terpikirkan olehku, bukan cinta yang akan memisahkan, tapi kita yang membuatnya terjadi. Bukan cinta yang akan melukai, kita yang membuatnya terjadi sedemikian rupa. Dan, semoga kita tak pernah berpikir untuk melakukannya.

-----dear-you----

Dear You,
Yes you,-
Senja, yang aku tandai ramai jalanan dengan satu keyakinan. Bisakah esok sebuah kejutan datang? Tau-tau rindu menyelinap tanpa rencana. Senja yang tak terbilang, gentar melawan bilang-bilang satu rindu. Tiba-tiba sebuah jejak baru ingin kupijak, dan di teduh matamu aku tak ingin beranjak pergi. Tanpa praduga, udara dipenuhi bingkai apik matamu. Satu demi satu, mengundang tenang didekatku. Mungkin terdengar lugu, tapi peduli apa ketika gersang keterasinganku serentak menghijau tiba-tiba.

-----dear-you----
Dear You,
Menunggu waktu, KITA ?-
‘Apa yang sebenarnya paling kita tunggu?’ Waktu bertemu? Waktu berpisah? Untuk kita yang telah lelah dan kalah karena menunggu? Kita? Menunggu waktu untuk bertemu atau menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya?

Sabtu, 27 Oktober 2012

meniadakan cinta, mungkin~

Cinta itu sederhana, tapi aku selalu memaknainya luar biasa~

Aku tak ingin merasa paling benar mencintaimu, cukup mencintaimu dengan benar saja. Sesungguhnya, untuk apa mencari terlalu jauh lagi jika dalam dirimu aku sudah menemukan alasan untuk bahagia. Ini sudah benar dari awal, aku mencintaimu tanpa tanya. Lalu, tanpa tanya pula kau meniadakan cinta ini. Aku harus apa? Jatuh sedih atau Jatuh cinta? 

Ada yang hilang. Berlari maju tanpa melihat mundur. Aku kah yang sedang berlari maju itu? Terus melesatkan kecepatan tanpa tau tujuan untuk apa aku berlari. Hingga dengan sendirinya tersesat dalam putaran waktu. Teringkus hampa, tercabik kaku, bahkan mengemis pada gerimis yang menyulam luka.

Meratapi kebahagiaan, hanya ini kuasaku sepertinya.

Selasa, 07 Agustus 2012

maka, izinkanlah ~

Tuhan, ini sesuatu yang berbeda.
Sesuatu yang selalu membuatku merasakan kehilangan bagian terpenting dihidupku.
Mungkinkah dia mengetahui dan mengerti apa yang telah terjadi.
Izinkanlah, aku bertemu dan yakinkan dia.
Bila memang sudah menjadi skenario yang Engkau tulis,
biarkan aku tak lupa atas semua yang pernah terjadi, aku dan dia.

Selasa, 15 Mei 2012

K a u ,

Kau,
cinta yang tak ku tau akhirnya
hadir, begitu saja dan mengalirkan getar baru

 Kau,
jejakkan sebuah rasa yang menapaki hatiku
perlahan dan pasti, lalu berdiam diruang-ruang yang kosong
membuat desiran dengan sedikit sentruman

Kau, 
hanya berdiam tapi mengetahui 
tak beri reaksi yang lebih, hanya diam dan diam saja
kau hidup? atau hanya bayang semu?

Kau, 
yang hidup dihati dan otakku
atas dasar apa kau tak pernah angkat suara
tapi, kau selalu menetap dan tak hiraukan aku

Kau,
dapatkah ajari aku sebuah arti "menunggu"
dapatkah ajari aku arti dari "sikapmu"
lalu, jelaskan arti diriku dihidupmu

Kau, 
tolong jawab pertanyaanku
"sampai kapan aku menunggu sebuah kejujuran tentang hatimu?"

lalu, apa yang terjadi ?!

Dengan tiba-tiba kau memberi ku secercah harapan kembali. Tanda apa yang akan kau tunjukkan lagi? Aku sudah bosan dengan semua harapan yang kembali lalu menghilang begitu saja. Aku juga bosan dengan semua cerita yang mengalur pada ketidakjujuranmu. 

Kau datang kemudian kau pergi lagi, kau beri harapan kemudian kau musnahkan lagi, kau yakinkan aku lalu kau pula yang harus ingkar. Itukah kau? Wujud nyata mu kah itu? Lalu, bagaimana kau jelaskan pada ku tentang semua cerita lalu? Cerita yang tak pernah berujung baik, namun selalu menyisakan luka yang bersayat. Ahh, kau tak pernah memikirkan itu, yang kau tau hanyalah datang saat kau tak ada tempat untuk mencapai apa yang kau butuhkan. Itukah kau? Itukah laki-laki yang ku cintai?

Lalu, atas dasar apa kau sematkan namamu dihatiku? Kau paku dan kau tutup rapat sekali sampai-sampai aku yang punya hati tak bisa membukanya. Kau licik sekali ternyata, lakukan itu padaku tapi tak pernah kau lakukan itu pada hatimu sendiri. Aku tak bisa menjangkau pikiranmu, yang aku tau hanya mencintaimu saja lalu kau menyia-nyiakan itu.

Begitu rumit untuk mendeskripsikan dan menentukan pokok pikiran untuk sebuah cerita "aku dan kau". Semua begitu absurd dan tertutup. Aku akan keluar dari semua belenggu cerita ini, hanya saja jika kau tak pernah hadir dihari-hari ku lagi. Tolong lah aku, aku sudah begitu tak berdaya jika kau hanya memberi sikap begini saja. Aku perempuan yang ingin hidup bebas tanpa ada rasa yang mengikat dan tak ada kepastian. 

Senin, 14 Mei 2012

usai dan cukupkan saja !

Haruskah aku mengelak? Ternyata kau membuatku jatuh, dan untuk kedua kalinya. Kau yang sudahi cerita ini, aku hanya diam tanpa mengiyakan. Tapi, kau salah mengartikan diam ku ini. Aku hanya tak ingin terlihat bodoh ditelingamu saat kau memutuskan untuk tak ada suatu ikatan lagi, hatiku tercabik-cabik mendengarnya. Kau usaikan dengan berbicara ditelpon saja, itukah laki-laki?

Tak jelas dan tak tercerna dipikiranku, sebuah alasan yang tak masuk akal. Begitu mendadak, seperti rakitan bom yang tiba-tiba meledak. Aku tak mengerti harus bagaimana lagi, aku hanya diam dan tunduk atas apa yang kau ucapkan, itulah keputusannya, kau pergi dan ikatan kita lenyap begitu saja. 

Di penuhi sesak dan sedih yang mungkin akan berkepanjangan, aku tak percaya bahwa akan usai begitu saja. Memilukan, berderai dan seolah menyeret ku kedalam sebuah labirin gelap tak berujung dimana jalan keluarnya. Disudut gelap yang mencekam, aku masih berderai-derai tak henti. Ada sesuatu yang tak lepas dari pandanganku, sebuah benda kecil yang melingkar dijari tengahku. Itu cincin pemberianmu saat aku berusia 16 tahun, lalu di usia 17 tahun aku harus merelakan yang memberi cincin ini pergi begitu saja, jauh dan mungkin sangat jauh. 

Jika kau usaikan ini, lalu bagaimana dengan aku? Aku tak bisa melupakanmu, ajarilah bagaimana agar aku tak ingat bahwa kau pernah memberi cerita dihidupku. Aku selalu menangis, ajarilah bagaimana menghapus air mata yang kau sebabkan ini agar aku tak kenal air mata lagi. Lalu, ajarilah aku cara mancari sebuah kebebasan tanpa akan kau ikat lagi nantinya.
~ kau, awal yang berkesan
lalu, berakhir sia-sia ~

Sabtu, 12 Mei 2012

12 Mei 2012 tengah malam !

dear YOU

ini menunjukkan pukul 23.36
ooh.. aku begitu bersemangat untuk moment ini
tahun lalu aku menjadi yang terakhir
dan tahun ini aku akan menjadi yang pertama

aku merapal doa untukmu,
dan Allah akan menjamahnya, Insyaallah

selalu jadi yang terbaik untukku
aku akan selalu konsisten dengan ucapanku

Selamat Ulang Tahun untukmu
tepat pada pukul 00.00 usiamu menambah
aku tak sabar untuk menyanyikan lagu itu
"Happy Birthday to you :) "
"Happy Birthday and Happy Birthday my 13"

~ untukmu, disana ..

Kamis, 10 Mei 2012

seruan untuk Bumi Pertiwi !!

Tikus berdasi, itulah para penghancur Bumi Pertiwi ini
Lembaga yang tegak berdiri itu adalah tempatnya
Tikus rakus yang selalu menggerogohi tanah Pertiwi ku !!
Semakin mendarah daging dan mengepakkan sayap seluasnya
Harus kah seperti ini? Gejolak Bumi Pertiwi yang melemah?!
Tidakk!! dan Tidaakk!! Itu adalah jawaban Garuda ku!!

Hancurkan mereka dengan Garuda yang kokoh
Paradigma yang harus membubung tinggi keangkasa Bumi Pertiwi ku!!
Ideologi dan daya juang para generasi muda 
Ayo.. ayoo !! Kurung dan cabik saja tikus rakus itu
Mereka buat kaum pinggiran menderita 
Ulah yang sangat memalukan didepan Sang Pencipta

Bangun bangun banguun kan Bumi Pertiwi ini !!
Senjata tombak runcing beracun untuk para tikus rakus
Tusukkan kedalam tubuh mereka hingga kaku beku
Melawan untuk menindas para tikus berdasi
Memusnahkan istana kumuh persembunyian mereka
Bangkitkan daya juang seperti melawan penjajah
Serukan lah di tanah Bumi Pertiwi ku !!
Serukan lah dengan tegas dan tegar !!
Serukan lah !!!

Minggu, 06 Mei 2012

tak beriringan

mereka tak pernah beriringan, ataupun bersama
aku dan kau, layaknya menyimpan cerita seperti mereka
hujan dan teduh, itulah kita


aku, aku tak mengenal siapa hati itu
aku sendiri membiarkan rasa yang bersemayam ini
menempatkan pada porsi sebenarnya
selalu menjaga agar tak pergi kemanapun
hingga akhirnya, menyusut sendiri dan diam di tempat
itulah "aku"

layaknya kau
memberi setumpu harapan kosong
kau runcingkan kata dan menusuk sisi ku dengan pelan
lalu, dengan bodoh kau ayun kan tangan merengkuhku
kemudian kau usir aku dengan ayunan pernyataanmu
itulah "kau"


sebab itulah kita tak beriringan
hujan kemudian teduh
aku kemudian kau, tak pernah beriringan


aku tak suka luruh begitu saja dihadapanmu
seolah bodoh dengan semua kemunafikanmu
aku memulai, namun aku pula mengakhiri
lalu dengan bebas kau terlepas, begitu saja
tanpa ada perlawanan, 
karena aku mencintai dasar hati mu, bukan dasar dirimu
andai kau tau beda kedua dasar itu
mungkin saja tak perlu ada hujan dan teduh, 
dalam "diriku"

 aku, mengiringkan setiap jejakmu
dan kau, meninggalkan iringan ku

Kamis, 03 Mei 2012

! ! !

apa yang menjadi dasar utama kau memberi sikap itu?
karena aku tak layakkah? karena aku tak istimewakah?
aku tak suka kau yang selalu memegang alih kondisiku
dan memang harusnya aku menentang
apa daya jikalau kau membuat kondisiku seperti terdakwa
mengeluh kah? atau harus membunuh kau?

Rabu, 02 Mei 2012

cinta, benarkah "adanya" ?

aku cinta tapi aku benci
aku benci tapi aku suka
aku suka tapi aku ingkar
aku ingkar tapi aku merasakan getar
 getar yang selalu mengusik segalanya,
dan tak ada keasingan

saat mata terbuka,
ada damba lagi yang kurajut dalam angan
mimpi tak berwujud nyata
dia datang dengan pesona barunya
dan hanya menyisakan secuil bahagia
"yang tertunda"

siapa "dia"?
aku tau tapi tak mengerti
kalau dia bayangan dalam angan mimpi
tapi mengapa dia terasa "begitu dekat"

dia seperti nyata dalam genggaman
dia seperti hidup dalam angan
dia seperti pengusik sendiriku 
hanya "sepertinya..."

~ ditulis saat sibuk, ini sebuah perasaan yang tercurah
mengalir begitu saja sesuai alurnya ~

Dan,

terusik kangen yang menggelitik
          aahh ternyata "aku merindukan sosok nya"
                 inikah saatnya luruh akan keakuanku?
dimana mendakwakan namamu, saja
bukan semata rindu yang menelusup, 
tapi lebih karena tulus yang mengikrarkannya
            apa adanya, dan begitu saja !

yang pasti, hadirmu saat ini
"membuatku termangu"

Selasa, 01 Mei 2012

#13

GOD, I just do not want to fall for the same
it just makes a bad dream
the first thing I've ever felt
and the first thing that never hurts
enough .. and it is my decision
there might be a new story, but not for now
I want to wait for him who has been waiting for me
yes, he is always giving me space in his heart


for #13

Senin, 30 April 2012

mungkin saja -

ada sebuah perbedaan tentang sikap yang tak selayaknya ku nyata kan
aku lebih terlihat diam ketika melihat kau begitu sibuk dengan dunia terdekatmu
tetapi, diam ku kali ini berbeda.. 
jika dulu diam ku adalah kecemburuan yang tak masuk akal
dan sekarang diam ku hanya seperti penggaris "kaku"

mungkin saja rasa yang selalu ke tekan telah mencapai kelelahannya
haah,, tetapi aku merasakan kelegaan
aku bisa melepaskan diri, dan itu jauh membuatku bersemangat lagi
saat aku tak bisa memapah hati ku, tapi takdir menunjukkan alurnya
"aku bisa melepaskan candu ku tentang kau"

akhir yang tak pernah ku sangka, tetapi aku bahagia
ada pernyataan hati ku yang menggelitik,
ternyata "kau tak pantas untuk mendapatkan hati ku"
mungkin saja -,

selamat tinggal - yang pertama dan menyakitkan

ini ceritanya ~

                      sebab apa kau pergi, sebab apa kau biarkan aku sendiri
                      itu adalah sebab kau tak yakin pada ku, pada cinta KITA

Atas dasar apa kau pergi begitu saja, ada alasan pasti tetapi tak jelas untuk ku cerna artinya. Mungkin akan mudah menjadi kau yang pernah mengalami rasa seperti itu, lalu bagaimana dengan ku yang baru kali pertama mengerti dan mengalami rasa yang begitu indah tetapi akhirnya hambar bahkan luka yang diberi garam pun harus ku rasa. Kau yang selalu meyakinkanku dengan semua sikap bahkan tatapan teduh itu, tetapi kau pula yang menjatuhkanku dengan sikap yang menurutku "bodoh". Hei, kau itu laki-laki sudah bisa menentukan apa yang terbaik untuk hidupmu dan alasanmu tak masuk akal untuk kau ucapkan kepada perempuan seperti aku. Sebuah alasan yang ku dengar, ku cerna bahkan ku terima juga akhirnya. Ahh, tak patut aku percaya kau lagi. Kau merusak segalanya, segala kepercayaan tentang cinta yang ku agungkan artinya "DULU". Aku begitu merasa bodoh, bagaimana bisa kau hancurkan seluruh cinta yang selalu ku jaga keberadaannya. Aku mengikuti kemauanmu, hanya saja kau yang tak mengerti kemauanku. 

Seingatku, kau yang mengajariku untuk menunggu. Kau yang menunggu bagaimana hatiku luluh dan kau bisa menjamahnya. Kau yang menunggu bukan dalam jangka waktu yang singkat, sampai akhirnya bisa ku pastikan bahwa kau yang pertama dan terbaik untukku saat itu. Tetapi aku salah, pada suatu saat pun ketakutan yang telah aku bayangkan menjadi jelmaan nyata. Hanya kata "jarak" itu yang membuatmu resah akan setianya cinta yang ku jaga. Apa aku patut memberontak dan menumpahkan amarahku kepadamu? Jika saja itu bisa ku lakukan, pasti aku tidak akan sekuat saat ini. Hanya orang bodoh yang menumpahkan amarahnya kepada orang yang betul-betul membuatnya memasuki dunia cinta. Dan aku termasuk orang pintar karena hanya terdiam, menerima, dan memberontak dikesunyian. 

"aku ikhlas, demi kau
kau yang membuatku jatuh cinta dan jatuh kedalam luka cinta"


 - cerita yang penulis angkat dari pengalaman sahabat terbaiknya -

ada yang lain ,-

cukup kan saja tentangmu, tentangmu yang tidak pernah peka terhadap rasaku. ini dimana saatnya aku menghirup udara kebebasan tanpa "namamu" lagi dan lagi. sudah kan saja hari-hari yang dulu dengan semua hanya tertuju padamu. ingin kusendirikan rasa yang perlahan kulepas ikatannya. membuka tali dengan ikatan yang sangat mencabik dalam. mungkin ini saatnya aku berdiri tanpa ingatan tentang kau lagi.

entah apa ada yang lain nantinya, dengan peristiwa yang sama lagi tentang cerita kita atau ada perbedaan membahagiakan rasaku.. hanya aku yang memutuskan dan Tuhan yang menuliskan skenario selanjutnya. selamat kepadamu, akan selalu ku do'a kan apa yang terbaik untuk jalanmu kelak.. aku pun tak melupakan bahwa aku pernah memiliki rasa yang dalam dan selalu meninggikan namamu, tapi untuk sekarang hanya ada kata "cukup" dan "cukup sampai disini saja". terimakasih untukmu, untukmu yang terkasih :)

kepadamu, cinta yang aku "awalkan" dan yang aku "akhirkan"

Senin, 23 April 2012

dear, "you"

aku kembali merindukan mu.. rindu yang tak menyeruak ketika sapa mu didepanku.. 
semua berlalu begitu saja, tersapu ingar bingar kata yang tak bosan ku ucapkan..
mungkin kau bosan mendengar aku merindukan mu, dan aku tau kau tak pernah mengetahuinya
hanya saja, aku tak pernah merasakan kebosanan yang selalu menggerogohi kantong hati ku
sungguh, aku tak pernah meminta dan menginginkannya..

selalu aku sadari, esok dan seterusnya aku akan menunggu..

Jumat, 20 April 2012

inikah pernyataan ku?!

dan, aku berhenti sampai disini saja
dimana sia-sia yang ku dapatkan akhirnya
ternyata masih saja, aku tak bisa menjamah hatimu
entah aku yang begitu bodoh, atau kau yang tak pernah sadar


sudahi saja, dan inilah pernyataan yang kau tunggu bukan?
'aku mundur dan diam di tempat'



Kamis, 19 April 2012

TINGGI BAGAI BINTANG, BUKAN AWAN


“Rendah hati, dan jadilah bintang yang menjulang di langit
Walau dalam bayangan air sekalipun, ia tetap menjulang tinggi
Dan janganlah menjadi awan yang terbang ke langit
Seakan-akan tinggi, padahal tidak ada isinya apa-apa”

Ketika kegelapan meliputi seluruh ruang di bumi, jauh di langit sana berkelap-kelip bintang bercahaya menerangi langit. Bintang-bintang itu bertebaran membentuk berbagai gugus yang sangat menawan. Bintang yang menjadi sumber cahaya yang membuat kegelapan menjadi indah, dia akan selalu tinggi menjulang sekalipun terlihat dari bayangan air di bumi.
Berbeda dengan awan yang berarak putih atau hitam di langit sana. Ia terbang bergumpal-gumpal meninggi menuju langit, seakan-akan ialah yang tertinggi. Padahal gumpalan awan berarak itu tidak ada artinya apa-apa. Awan tidak lebih sekadar batas pandangan manusia di langit. Awan membumbung tinggi tapi kosong, seakan berada di atas padahal tidak punya arti apa-apa.
Ada dua pilihan untuk hidup kita di masa depan, ingin menjadi bintang atau menjadi awan. Dua-duanya adalah cita-cita yang bisa kita capai, berkembang dan maju untuk membumbung tinggi tujuan dan cita-cita kita, hanya saja dengan cara dan kondisi berbeda. Menjadi bintang adalah mengembangkan diri dengan penuh prestasi, sedangkan menjadi awan hanyalah mengembangkan diri dengan sensasi tanpa ada prestasi.
Bintang adalah sang juara, begitulah yang sering kita dengar dan kita ucapakan. Ia mempunyai sumber cahaya di dalam dirinya yang tercermin pada kehidupan sehari-hari kita. Dalam kehidupan kita, sumber cahaya bintang ialah ilmu, keterampilan, dan sikap mental yang kita miliki. Seorang bintang berbicara tidak sekadar omongan, tetapi ia berbicara dengan prestasi kerja yang memadai. Karena itu, bintang selalu bersinar di mana pun ia berada.
Sebaliknya, awan. Ia membumbung tinggi ke langit bukan karena bobotnya tapi karena ringannya gumpalan awan itu. Seorang yang ingin menjadi awan selalu ingin terlihat tinggi di depan siapapun. Ingin dihargai dan dihormati dilingkungannya. Tetapi, ironisnya semua yang ia lakukan tidak didukung dengan kondisi yang sebenarnya. Dimana ia tidak mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang bisa memberikan warna bagi kondisi lingkungan dan kehidupannya.
Biarkan tangan yang menjalankan dan hati memilih apa yang menjadi jalan hidup kita, sebuah takdir memang telah ditulis didalam skenario yang telah tersusun hanya saja bagaimana cara kita untuk mengubah sedikit guratan cerita dari skenario itu. Dengan segala kelebihan kita, saatnya untuk merunduk merendahkan diri dan hati. Biarkan prestasi kita berbicara, juga biarkan orang lain yang melihat kita sebagai seorang bintang. Jika kita menjulang-julangkan diri kita ke atas langit, alih-alih ingin menjadi bintang, kita bisa terjebak untuk menjadi awan yang berarak-arak di langit, terbang seakan tinggi ke angkasa, padahal isinya kosong belaka.

Rabu, 18 April 2012

Aku dan Kamu

' bisa kau rasakan? cinta pada pandangan pertama mampu membuatku takluk dan tak berkutit
lalu, semakin dalam rasa itu mengikat.. semakin runcing rasa itu menggerogohi..'

Aku, begitu lah panggilan gadis yang berperawakan selalu ceria dalam kondisi apapun. Aku, gadis yang begitu polos untuk mengakhirkan perasaan pertama nya dengan irisan yang tercabik-cabik oleh kata 'cinta'. Ia telah terperangkap dan hanya bisa mengikhlaskan sebuah perasaan yang selalu ia jaga agar tetap berada di porsi sebenarnya. Namun, semakin ia menjaga semakin pula ia tertekan dalam jejak labirin yang tak kunjung usai.

Kamu, laki-laki yang sangat dingin. Tatapan yang selalu membuat Aku jatuh untuk sekian kalinya. Laki-laki yang menjadikan Aku sebagai sahabatnya, teman belajarnya, dan si pemberi perhatian kecil untuk seorang Aku. Sebenarnya, Kamu tak pernah mau menyakiti seorang wanita termasuk Ak sahabatnya sendiri. Entah atas dasar apa Kamu menganggap Aku sebagai seorang sahabat, padahal menurut Aku seorang sahabat itu sulit untuk ditemukan dan diucapkan dengan sah kebenaran akan status sebagai seorang sahabat. Tetapi, Kamu selalu anggap Aku adalah sahabatnya. Anggapan yang hanya terhitung bulan, lalu kemudian hilang perlahan seiring waktu yang menyapunya. 

ingat aku lagi , aku mohon 'batinku'.
ahh.. tahun lalu kau yang anggap aku sahabatmu, ingat kah ucapan itu? Mana mungkin ingatan itu masih ada di memori mu. Aku paham betul bagaimana kau selalu menghindar bertahap. Aku ingat sekali bagaimana kau hanya datang pada ku saat kau yang berkepentingan saja, lalu setelah itu kau pergi lagi dan tak kembali jika tak ada kebutuhan yang kau cari pada diriku. Aku tak ingin banyak, hanya mengerti saja bahwa aku tak pernah mengalami rasa seperti ini, rasa yang selalu mengikat dan kutekan, rasa yang selalu membuat hariku dipenuhi berbagai ekspresi, dan rasa yang sangat menyiksa batinku.. Kapan aku bisa lari dan melepaskan secara bebas? Ku yakin, bahwa kau tak akan serumit seperti ku saat ini.

Selasa, 17 April 2012

kamu, "Lagi" !!

April 17th, 2012. 21:19

Cerita rindu dan penantian,
setia kurajut pada barisan hari yang tak pernah lepas dari kegelisahan,
terus saja dan berlalu,
tak melepaskan kegelisahan yang menyurutkan jejakku,
saat pertama kutakluk pada cintamu, aku selalu percaya :
"kau yang terbaik di hidupku"

Setelah waktu melalukan detiknya,
enggan kau bicara, tiba-tiba saja
sapa singkat yang kau tuturkan,
mampu membuatku jatuh tertunduk diam,
"ternyata aku salah!"
kau labuhkan hati itu pada hati yang lain,
bukan "aku"

Adakah tanda yang kau jelmakan? 
sinyal mungkin yang kau bumbungkan?
atau kata yang kau ucap dari bibirmu?
semua tidak, hanya sebaris sapa singkat yang menyisakan luka
itu saja yang kau sisakan, "untukku"

Lalu, atas dasar apa kedekatan kita selama ini?
begitu sederhana memulakan, 
begitu juga menyakitkan "kau" mengakhirkan...

Rabu, 11 April 2012

aku, dibawa gelombang

tanya pertama ke luar di hati
mengingat diri di dalam hikmat
alun membawa bidukku perlahan
dalam kesunyian malam waktu
entah ke mana aku tak tau
aku bernyanyi seperti bisikan angin di daun
suaraku hilang dalam udara yang beralun
alun membawa bidukku perlahan
dalam kesunyian malam waktu
entah ke mana, aku tak tau

Selasa, 10 April 2012

memulai = mengakhiri

Untukmu : yang bukan Untukku

apa kabarmu hari ini? aku selalu berdo'a hari-hari mu baik. aku tulis catatan ini ketika aku sudah menyerah dan ditelan rasa ragu. masih menatap LCD handphone ku, ku lirik dan masih pukul 00.53 dini hari. sembari menunggu fajar dan sang surya menyinari pagi ku, untuk sekian kalinya aku menuangkan segores kata yang ku rangkain penuh arti, dan tertuju untukmu 'saja'. sudah sekian kali aku menyapa cintamu, tapi tak ada jawab yang ku idamkan. seperti gerimis, semua turun perlahan. yang ku temui selalu udara kosong bukan udara yang menyejukkan raga ku. 'aku mulai kehilangan hatiku' batinku menunduk.

Selasa, 03 April 2012

termangu 'DIAM'

ini berbicara tentangmu lagi !!
 Di dekatmu.. aku seperti tak butuh banyak kata untuk mengurai arti bahagia. Yang aku tau, kebahagiaan itu ada dan melaju begitu saja. Aku ingin takluk dalam kesendirian, sejenak saja. Melamunkan datangnya perjumpaan, "kau dan aku" , saat rinduku yang berlabuh tanpa gaduh. Kau mendakwaku berjalan ke arah bayangmu, hanya bayangmu!! Setiap napas yang kuhela, ingin kurengkuh cintamu tanpa ragu. Sepertinya sapaku sia-sia, rindu kembali berpihak pada diriku sendiri...

Cukupkan Saja ,-

April, 3 at 11.30 pm 

kupercepat langkah kakiku, ahh.. aku tak boleh telat masuk kelas
sebab aku tak ingin dia pergi sebelum aku melihat wajah tampannya
akhirnya setelah menaiki anak tangga, aku berdiri didepan kelas
fyuhh.. untung saja dia belum keluar
aku melangkahkan kaki tak jauh dari depan pintu kelas
berdiri dan mendengarkan celotehan disepanjang lorong kelas
sebenarnya, aku sudah bosan menunggu untuk melihat wajahnya saja
tapi, rasa bosan ku ini sudah tak diperdulikan lagi ketika aku melihatnya

akhirnya pintu kelas terbuka
aku memasang posisi seperti biasa untuk menyapa dia
satu persatu penghuni kelas keluar dengan ragam ekspresi
ahh.. mana dia, si ganteng ku.. 
itu dia.. hari ini dia memakai jaket hitam.. 
aku melihatnya, aku tersenyum kepadanya
yah, seperti biasa reaksi yang dia tampakkan
"diam, cuek dan pura-pura tak melihat"
rasa miris mulai mengibarkan bendera putih
aku tertunduk lesu
"mungkin dia benar tak melihatku" ucap batinku

tak lama kemudian, dia keluar dari toilet
ahh.. aku harus pastikan bahwa dia melihatku hari ini
dengan percaya diri aku sapa dia
tapi, aku ketinggalan start
seorang wanita dibelakangku menyeruakkan suara lantang
"hai sabahat!!" ucap wanita itu sembari berdiri didepan gantengku
ohh gosh, aku menyaksikan pandangan itu
"abis ini kelas apa sahabat?" dan bla bla blaa 
sengaja tak ku paling kan wajahku, aku ingin dia melihatku 
tapi, dia seperti buru-buru menghindari pertanyaan wanita itu
lirik matanya sempat beradu dengan mataku
aku yakin dia melihatku, aku yakin itu !!
dia menaiki tangga, dan aku tetap memperhatikan tingkah mereka
"pacarkuu!!! eh dia pacarkuu!!" ucap wanita itu
"iya kan pacar!!??" ucapnya lantang

buru-buru aku masuk kedalam kelas
kali ini aku benar-benar bingung
aku sedih, aku sedih, dan aku sedih 
ada apa dengan mereka?
sadarkan aku jika ini mimpi burukku TUHAN 
akan ku cukupkan sampai disini saja, jika ini realitanya

Senin, 02 April 2012

dimana, ,

mematuk tanya..
Cinta, 
alamatnya dimana?
ia ada?
dimana?
jika iya...
seharusnya ia tak kemana-mana
ia harusnya berada di setiap ruang
di setiap kedip mata
di ruang yang terdalam

tak perlu apa-apa untuk mengundangnya datang
hanya butuh kata sederhana
hanya butuh sebuah kesungguhan
dan, sebuah mimpi yang nyata adanya 

- Mencintaimu Bukan Kesalahan -

masih tentang kamu -

kamu.
si pengganggu pikiranku, yang selalu merusuhi ruangku
ahh.. ketika aku bilang "cukup" selalu saja luruh
aku bosan berperasa seperti ini
tapi, hatiku tak pernah bosan
terkadang tak sinkron membuatku patah arang

kamu.
si pemberi semangat pagi SENIN ku 
meyapa distasiun 
pandangan yang selalu membuat luruh hatiku
"selamat pagi sahabatku" ucap kamu
aku tersenyum gembira dengan rona agak memerah
sentuhan tanganmu ketika kita akan menyebrang
ahhhhh, andai menyebrang dari anyer sampai madrid
leluconmu yang membuatku tawa merekah

kamu.
ingin ku lebihkan status ini
tapi, aku lebih inginkan kebersamaan ini saja
perhatian perhatian kecil
obrolan obrolan panjang
sapaan singkat
dan panggilan khusus itu

terimakasih Cinta :)

Minggu, 01 April 2012

saatnya melupakan, -

April, 1 at 21:13 pm

Mungkin ini sudah saatnya aku harus mulai belajar melupakanmu. Mungkin ini saatnya juga aku memilih untuk belajar menjadi sahabatmu saja, untukmu. Tak akan kuhapus rasa yang mengikat, biarlah semua membusuk bersama luka sia-sia. Semoga bahagis menjemput dan selalu setia memayungimu dalam cinta. Kecewa, dan mengucap selamat tinggal pada bahagia. Hanya bertabur sepi dan sendiri. Dan berakhir di ujung sia-sia, tak bersisa. 

"semuanya telah berakhir, desisku"

Kamis, 29 Maret 2012

tak apa ~

~November 24th, 2011. 00.45 pm

Tak apa !!
jika air mata mengharu biru
membunuh segala duka dan ragu
yang kehilangan jejak...

Menangislah hanya malam ini saja !!
tersenyumlah untuk bahagia yang ku yakini
hari ini, lusa, atau nanti.. mungkin -


aku, cinta, dipersimpangan ~

"Apa yang akan kau ucapkan saat hatimu tak bisa lagi berlari dari nyata? Selalu berpihak pada mimpi yang kau yakini suatu saat akan menghadirkan getar bahagia untuk harimu..."
Dan ternyata,
semua masih sama. semua masih semu...
satu cinta yang kau puja tetap saja tak sejalan dengan maunya hati. setia yang menggantungkan segala harapan yang kau ikat hanya menuai semu mendung yang membisu tanpa kata.. diam, sunyi, dan letih...

hati yang kau pilih untuk kau singgahi, hanya menibarkan bendera hampa. sekejap saja, luruh menyapa dan secuil senyum tumpah tak memberikan jawaban apa-apa..

masih sama.. sepotong kebersamaan bersemu pada puncaknya, dipersimpangan.. selebihnya adalah nol..

Just Like Touching the Open Air...


There is only a disentangling sense on every trace of yearning
May it not touch the void, I whisper my hope...

Away from you, this yearning is always jolted
And I am sure that until this moment, it's traces are still engraved on your shoulder...

I am devoted to carry this feeling of yearning inside every beat of simple happiness...

and.. I am in love with you, that is the truth