April, 3 at 11.30 pm
kupercepat langkah kakiku, ahh.. aku tak boleh telat masuk kelas
sebab aku tak ingin dia pergi sebelum aku melihat wajah tampannya
akhirnya setelah menaiki anak tangga, aku berdiri didepan kelas
fyuhh.. untung saja dia belum keluar
aku melangkahkan kaki tak jauh dari depan pintu kelas
berdiri dan mendengarkan celotehan disepanjang lorong kelas
sebenarnya, aku sudah bosan menunggu untuk melihat wajahnya saja
tapi, rasa bosan ku ini sudah tak diperdulikan lagi ketika aku melihatnya
akhirnya pintu kelas terbuka
aku memasang posisi seperti biasa untuk menyapa dia
satu persatu penghuni kelas keluar dengan ragam ekspresi
ahh.. mana dia, si ganteng ku..
itu dia.. hari ini dia memakai jaket hitam..
aku melihatnya, aku tersenyum kepadanya
yah, seperti biasa reaksi yang dia tampakkan
"diam, cuek dan pura-pura tak melihat"
rasa miris mulai mengibarkan bendera putih
aku tertunduk lesu
"mungkin dia benar tak melihatku" ucap batinku
tak lama kemudian, dia keluar dari toilet
ahh.. aku harus pastikan bahwa dia melihatku hari ini
dengan percaya diri aku sapa dia
tapi, aku ketinggalan start
seorang wanita dibelakangku menyeruakkan suara lantang
"hai sabahat!!" ucap wanita itu sembari berdiri didepan gantengku
ohh gosh, aku menyaksikan pandangan itu
"abis ini kelas apa sahabat?" dan bla bla blaa
sengaja tak ku paling kan wajahku, aku ingin dia melihatku
tapi, dia seperti buru-buru menghindari pertanyaan wanita itu
lirik matanya sempat beradu dengan mataku
aku yakin dia melihatku, aku yakin itu !!
dia menaiki tangga, dan aku tetap memperhatikan tingkah mereka
"pacarkuu!!! eh dia pacarkuu!!" ucap wanita itu
"iya kan pacar!!??" ucapnya lantang
buru-buru aku masuk kedalam kelas
kali ini aku benar-benar bingung
aku sedih, aku sedih, dan aku sedih
ada apa dengan mereka?
sadarkan aku jika ini mimpi burukku TUHAN
akan ku cukupkan sampai disini saja, jika ini realitanya