aku dan kau, layaknya menyimpan cerita seperti mereka
hujan dan teduh, itulah kita
aku, aku tak mengenal siapa hati itu
aku sendiri membiarkan rasa yang bersemayam ini
menempatkan pada porsi sebenarnya
selalu menjaga agar tak pergi kemanapun
hingga akhirnya, menyusut sendiri dan diam di tempat
itulah "aku"
layaknya kau
memberi setumpu harapan kosong
kau runcingkan kata dan menusuk sisi ku dengan pelan
lalu, dengan bodoh kau ayun kan tangan merengkuhku
kemudian kau usir aku dengan ayunan pernyataanmu
itulah "kau"
sebab itulah kita tak beriringan
hujan kemudian teduh
aku kemudian kau, tak pernah beriringan
aku tak suka luruh begitu saja dihadapanmu
seolah bodoh dengan semua kemunafikanmu
aku memulai, namun aku pula mengakhiri
lalu dengan bebas kau terlepas, begitu saja
tanpa ada perlawanan,
karena aku mencintai dasar hati mu, bukan dasar dirimu
andai kau tau beda kedua dasar itu
mungkin saja tak perlu ada hujan dan teduh,
dalam "diriku"
aku, mengiringkan setiap jejakmu
dan kau, meninggalkan iringan ku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.