Hello :)

cintai hidup dengan keberanian ~

Senin, 14 Mei 2012

usai dan cukupkan saja !

Haruskah aku mengelak? Ternyata kau membuatku jatuh, dan untuk kedua kalinya. Kau yang sudahi cerita ini, aku hanya diam tanpa mengiyakan. Tapi, kau salah mengartikan diam ku ini. Aku hanya tak ingin terlihat bodoh ditelingamu saat kau memutuskan untuk tak ada suatu ikatan lagi, hatiku tercabik-cabik mendengarnya. Kau usaikan dengan berbicara ditelpon saja, itukah laki-laki?

Tak jelas dan tak tercerna dipikiranku, sebuah alasan yang tak masuk akal. Begitu mendadak, seperti rakitan bom yang tiba-tiba meledak. Aku tak mengerti harus bagaimana lagi, aku hanya diam dan tunduk atas apa yang kau ucapkan, itulah keputusannya, kau pergi dan ikatan kita lenyap begitu saja. 

Di penuhi sesak dan sedih yang mungkin akan berkepanjangan, aku tak percaya bahwa akan usai begitu saja. Memilukan, berderai dan seolah menyeret ku kedalam sebuah labirin gelap tak berujung dimana jalan keluarnya. Disudut gelap yang mencekam, aku masih berderai-derai tak henti. Ada sesuatu yang tak lepas dari pandanganku, sebuah benda kecil yang melingkar dijari tengahku. Itu cincin pemberianmu saat aku berusia 16 tahun, lalu di usia 17 tahun aku harus merelakan yang memberi cincin ini pergi begitu saja, jauh dan mungkin sangat jauh. 

Jika kau usaikan ini, lalu bagaimana dengan aku? Aku tak bisa melupakanmu, ajarilah bagaimana agar aku tak ingat bahwa kau pernah memberi cerita dihidupku. Aku selalu menangis, ajarilah bagaimana menghapus air mata yang kau sebabkan ini agar aku tak kenal air mata lagi. Lalu, ajarilah aku cara mancari sebuah kebebasan tanpa akan kau ikat lagi nantinya.
~ kau, awal yang berkesan
lalu, berakhir sia-sia ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.