Hello :)

cintai hidup dengan keberanian ~

Kamis, 29 Maret 2012

tak apa ~

~November 24th, 2011. 00.45 pm

Tak apa !!
jika air mata mengharu biru
membunuh segala duka dan ragu
yang kehilangan jejak...

Menangislah hanya malam ini saja !!
tersenyumlah untuk bahagia yang ku yakini
hari ini, lusa, atau nanti.. mungkin -


aku, cinta, dipersimpangan ~

"Apa yang akan kau ucapkan saat hatimu tak bisa lagi berlari dari nyata? Selalu berpihak pada mimpi yang kau yakini suatu saat akan menghadirkan getar bahagia untuk harimu..."
Dan ternyata,
semua masih sama. semua masih semu...
satu cinta yang kau puja tetap saja tak sejalan dengan maunya hati. setia yang menggantungkan segala harapan yang kau ikat hanya menuai semu mendung yang membisu tanpa kata.. diam, sunyi, dan letih...

hati yang kau pilih untuk kau singgahi, hanya menibarkan bendera hampa. sekejap saja, luruh menyapa dan secuil senyum tumpah tak memberikan jawaban apa-apa..

masih sama.. sepotong kebersamaan bersemu pada puncaknya, dipersimpangan.. selebihnya adalah nol..

Just Like Touching the Open Air...


There is only a disentangling sense on every trace of yearning
May it not touch the void, I whisper my hope...

Away from you, this yearning is always jolted
And I am sure that until this moment, it's traces are still engraved on your shoulder...

I am devoted to carry this feeling of yearning inside every beat of simple happiness...

and.. I am in love with you, that is the truth 

Rabu, 28 Maret 2012

d i a ~

Senin, 26 Maret 2012 at. stasiun Universitas Pancasila tujuan Bogor - 09.30


Sepanjang mata kuliah berlangsung, aku hanya diam tak berkutit menahan sakit yang sangat menyiksa. Aku keluar kelas dengan raut muka yang sangat menyedihkan. Menunduk dan diam saja sepanjang ku langkahkan kaki melewati koridor dan tangga. Aku letih, aku capek, dan aku sedang sakit. Aku berjalan menuju stasiun yang tak jauh dari kampus ku. Membeli karcis dan menunggu kedatangan kereta. Dan itu hal yang paling membosankan, sendiri dan sendiri menunggu kereta datang. Aku tau, akan ada seseorang yang datang dan melakukan hal yang sama seperti yang ku lakukan, membeli karcis dan menunggu kereta. Namun, aku tak berharap banyak seseorang itu datang.. karena sudah terlalu sering ku menunggu kedatangannya.. 15 menit, dia tak kunjung datang.. ku lihat dann ku lirik arloji ku, namun semakin ku lihat semakin melambat saja detik berjalan..

Lalu, ku tundukkan kepala, aku berdo'a " Ya Allah, aku tau Engkau Maha Adil dan Maha Penyayang, izinkanlah seseorang itu berada didekat ku sekarang.. izinkanlah seseorang itu memberikan ku semangat untuk melawan sakit ini.. dan izinkanlah dia datang sekarang.. disini, ditempat ini, dan menarik tanganku untuk duduk didalam kereta.. amin "

Beberapa saat kemudian, aku putus asa untuk menunggu dia.. mendengar bahwa kereta tujuan Depok akan segara datang, bergegas aku berdiri dan mengambil tas ku.. tetapi, ada seseorang yang menarik tanganku untuk masuk kedalam kereta.. aku seperti orang linglung, aku tidak sadar siapa orang itu.. setelah masuk dan orang itu bergegas mencari tempat duduk.. aku masih diam dan mengucap syukur, alhamdulillah Allah denger do'a aku.. dia datang.. dia menarik tanganku.. dia duduk disebelahku.. dan dia dia dia ada disini sekarang..

aku masih diam, dan dia heran melihat sikapku.. dan secara tidak sadar, tangan dia masih memegang tanganku.. bisa dibayangkan betapa berdesir hati ku.. betapa merah rona wajahku.. ingin ku hentikan dan memperlambat waktu saat itu..

akhirnya, dia melepaskan tangannya.. aku sadar hal itu akan terjadi.. dan buru-buru ku atur kendali sikap dan raut wajah ku.. dia memulai topik pembicaraan dengan berkata "kamu lagi sakit? koq muka nya pucet.. sakit apa kamu?" bla bla blaa... aku jelaskan aku sakit apa.. tiba-tiba dia memberikan pandangan yang sangat-sangat dalam, aku tak tau pandangan seperti apa ini, yang jelas hati ku sangat merasakan kebahagiaan memuncak.. dia berkata "kamu jaga kesehatan dong, jangan sakit lagi yaa 'sayang' aku khawatir tau gak sih.. kamu mah gak pernah tau kalo aku khawatir sama kamu.. kamu gak pernah bilang kalo lagi sakit, diem aja sih.. untung aku tau kalo kamu sakit kan.. pokoknya kamu mesti ngomong sama aku kalo ada apa-apa ya.. jangan suka buat aku khawatir.. aku gak suka liat kamu begini.."


- perhatian yang tersembunyi -

Selasa, 27 Maret 2012

pergi begitu saja

~ march 27 at 00:17 AM



biarkan saja semua berjalan tanpa ada rekayasa, sejak pertama rasa itu membisu. tak bersyarat, mengetuk hatimu, dan aku mendambakan sebuah harapan. inginku hanya satu "menjadikan dirimu satu-satu nya". tak ingin kuingkari, hadirmu selalu meniupkan kegelisahan yang mendalam, dan batinku selalu saja merapal do'a untukmu. aku ingat, saat kamu berani mengatakan "sayang" didalam satu ruang tatapan antara aku dan kamu, mengunci kebahagiaanku 'pasti' !!

setiap hari, aku berharap kamu datang tiba-tiba dalam 'dekat' bukan kejauhan. ada rindu tiap kali kita berjarak, kenapa? selalu membuatku gelisah, aku ingin kamu didekatku, saat ini. tanpa kata, hening dalam angan aku mengurai semua tentangmu. setidaknya, rindu yang mengusik ini jadi makin berarti. 


'perbedaan - aku percaya kita saling cinta ~

Senin, 26 Maret 2012

'aku' Dalam Sepotong Cerita

Untuk Kamu, Cinta Itu

Kamu tau tidak, dari mana datangnya kekuatan itu?  dengan lancang aku tulis untukmu. Kita adalah sepasang manusia yang saling bertukar cerita demi cerita melalui perjumpaan nyata, hanya dengan sapa yang memanggil pagiku dan akhir pertemuan yang sangat apik, aku dan kamu tiba-tiba menjadi dekat. Perlahan dan pasti endapan "rasa" telah membentuk gugusan rasi bintang yang berbinar kemilau. Ahh, ternyata rasa itu datang tanpa rencana. Hadirmu yang sekejap menguras anganku tunduk akan TENTANGMU, yang bukan siapa-siapa, ternyata!!! Aku bisa saja lari dan ingkar, tapi sama saja kukhianati diri bila itu terjadi. Mungkin aku tak perlu bertanya, dan biarkan saja semua mengalir seperti air.. Jika sampai pada muaranya, itulah kita! 

'Andai saja cinta itu, kamu...
andai saja dambaku menjadi nyata'

`sebab Tuhan meyakinkanku ~

untuk Cinta Secukupnya, mungkin~

aku tak pernah berpikir mencintaimu, walau hanya sekejap
tapi, alur nasib berbalik
aku mencintaimu sejak kali pertama, saat itu . .
mengurungku dengan cinta satu-satunya
apa yang harus kubela dari pertanyaanku?
cinta memang tak pernah butuh alasan, 
tertuju satu rindu untukmu
haruskah aku menepikannya? dan berlabuh dipalung jiwa?

aku merunduk malu, titik pengakhiranku sia-sia belaka
tak usai menapak dalam jejak yang tertatih
kucari langkah muaraku
AKU CINTA, ternyata!!

~ cinta ini begitu indah, HANYA untukmu 

'sajak bisu untuk Cinta’


Aku menunggu sejam yang lalu dalam terik suci mentari hingga mengalunnya rintik sunyi hujan di sore itu. Kudengar hingga kunanti kereta senja yang datang di ufuk timur tiba. Aku pun tak tahu siapa dan mengapa diriku berada di sini dalam keheningan siluet senja. Dalam ruang-ruang dimensi atau wujud tiada menghendaki cinta bernaung dalam gelora asmara di setiap jiwa anak cucu Adam diciptakan.

Genderang hati ini bertabuh dengan simfoni haru pilu, lalu hancurkan puing-puing hati biru kelabu. Wujud dentuman ornamen melirih kian menderu, sendu, dalam tangisan nian syahdu. Kucoba warnai hari-hariku bagai rona kehidupan cintaku. Mungkinkah asmara dalam raga bersenandung rindu harus malu pada hamparan luas lautan kian menebar emosi dan tetesan embun dalam hati pelangi biru di langit luas.

Menatap indah cakrawala penuh harapan dan cinta di balik bayangan hanya bersama sosok indahmu. Kutorehkan namamu dalam hati, lalu kulukis cantiknya parasmu dalam beribu ratapan sajak-sajak pelangi. Tepercik kata-kata mimpi, bersungging senyum dewi-dewi cinta. ‘’Akankah kau pergi tinggalkan diriku sendiri sehingga kau nanti kembali dalam ruang dan dimensi yang lain?’’ tanyaku.

‘’Mungkin biarkan cinta bersemi dalam keabadian seiring ilusi waktu,’’ sahut Cupi seraya menatap pilu. Sontak aku terpana dan bergemuruh dalam ingar-bingar hatiku.


‘’Jangan engkau biarkan cinta bersemi dalam ilusi waktu,’’ pintaku. ‘’Mengapa?’’ sahutnya seraya membalikkan tubuh dalam indahnya cakrawala sore itu.




‘’Karena waktu kian sirna terempas dan tersungkur hingga tercabik dan tak berbekas,’’ ujarku.


‘’Lalu harus dengan apa kubuktikan karena kusungguh mencintaimu dan cintaku tak bersayap seakan malaikat malu menatap keabadian cintaku,’’ pinta Cupi penuh kebimbangan.


‘’Biarlah cinta turun bagai setetes embun dari beribu pelangi yang hiasi kehidupan cinta,’’ ujarku singkat.

Kuempaskan kata bertakhta itu dalam ruangan dimensi lain hingga waktu kian sirna dan musnah tersungkur luka. Angin-angin sunyi mendendangkan ornamen cinta buatku nian pilu.

“Apa kau tahu, mengapa ombak datang menggema mengikis jiwa-jiwa yang hampa dan badai menyeruak luluh lantak, lalu memorak-porandakan raga-raga tak berdosa,” ungkapku masih bimbang.

Kupilin waktu tuk beranjak diam dalam heningnya malam dan galaunya hati, mengapa Tuhan kini tak kunjung bantu diriku. Kini pujaan tinggal kenangan dan harapan adalah bualan. Kuhapus cinta setahap demi setahap, namun tak berarti. Kepedihan yang kian kurasa seolah kini tersingkir luka lebam tersedu sedan dalam angan. Namun, kini engkau hadir dan berikan puing-puing cinta dalam tutur lembutmu.

Kereta senja menanti tiap hela napasku, bergulir seiring terempasnya pujaan ke dalam ilusi fatamorgana yang kini hanya tinggal kenangan. Sebuah cinta, hanya sebuah nama di hati.  Bulan pelita gundah gelisah di jiwa sehingga kutermanyun mimpi-mimpi. Kisah cintaku penuh penantian kata, dalam sorot sinarnya mulai sayup terangi bekunya hati ini. Pesonanya pahit tuk diterjang seakan tercabik sebilah pedang yang tajam dan kejam.

‘’Mungkinkah sedihku kian meratapi dan mengaru biru kelabu?” ungkapku dalam ringkihan kebisuan.


Kereta senja menanti tiap hela napasku, kumeratap malu lalu embuskan ayat-ayat cinta dalam napas terakhirku. Biarlah cinta sejati bersemi di hati, walau mata terbuka dan tertutup, cintaku kian abadi.


“Kuhapus air mata dalam duka, Kupejamkan mata dalam duka, Kuhempaskan raga dalam ruang cintamu, dan kurentangkan jiwa dalam keabadian.. “

Harusnya kutahu, cinta kian turun seiring gemuruh hujan. Cinta tak mengenal perubahan karena perubahan itu merupakan perjanjian. Sayang, cinta tak mengenal perjanjian.

Kuharap kedamaian yang terpancar dari egomu memberikan secercah janji yang lebih indah diungkapkan dengan kebisuan. Beribu kata kian menjerit tuk diucapkan atau memang selalu ada hal indah yang terlupakan dan seharusnya lenyap terbakar egomu. 
Cinta ini kamu “Cupi”

Minggu, 25 Maret 2012

AKU 'patah' -

pilihanku ~

ingin kuingkari bingar cinta dengan membiarkannya kecewa
ingin kubunuh rindu biar tak bangkit lagi

aku yang termangu diam mematung tanya yang tak usai
mungkin semua telah sia-sia atau memang jalanku,

sederhanamu selalu datang dengan iringan gerimis
terhenti dan menepi jejakmu
ada sepotong cinta yang hadir lalu mengalir dalam alurnya
Lalu...
Lalu...
tenggelamkan seketika dalam puing luka yang mengisi 
hening, menggiring buliran air yang tumpah dirona wajahku

'bisu' - andai kau tau bicaranya hati ini 

Sabtu, 24 Maret 2012

B I L A

seolah tergopoh pada satu tujuan
semua ku indahkan menjadi segurat rona tanya
untuk apa aku diruang hadirmu?
diam sejenak dan ayunkan kata membentuk satu simpul
aku hanya manusia disudut persimpangan 
yayaya.. seperti yang ku tau, persimpangan tepi ruangmu


aku terjepit bak tikus yang berdecit
merasakan semilir angin badai menerpa karang hatiku
jauh disana, kau tak ubahnya elang mengais ayam kecil
mencari cari dan kau terus cari
pantas kau ku anggap pangeran berkuda putihku?
ragaku menjawab "tidak"
batinku menjawab "yaa" 
lalu... jawaban batinku yang sangat memenuhi rongga 
sesak yang ingin ku muntahkan, tak berdaya dan hanya diam saja


`batinku ingin ada diruangmu~

Jumat, 23 Maret 2012

yang terbingkai indah ~

untuk dia
imam yang selalu aku ikuti jalannya
imam yang selalu memberikanku tempat terindah

dan dia
imam yang berbingkai emas disanubariku

~sapa untuk cintaku dulu

aku merindukan sosok mereka ,-

rindu dan selalu saja aku merindukan mereka
sahabat.. keluarga..
dan semua tentang mereka,
sikap, sifat, canda tawa, keisengan, sorot mata, dan sosok mereka


untuk para sahabat terkasih...



Kamis, 22 Maret 2012

peluk aku ALLAH

Masjid At-Taqwa Universitas Pancasila
12.15 WIB

naungan adzan bersahutan dipukul 12.15 WIB
duduk, diam dan mendengarkan nyanyian merdu bapak memakai sorban
ada yang berdesir dan berteriak dalam
aku rindu Engkau Ya Rabb, aku merindukan-Nya
mendadak ingatan dosa bergumpal berubah warna hitam

berjalan dengan tunduk mencari air suci
usapan air yang sangat menentramkan dasar jiwa
lihatlah... berapa lama aku tak menyentuh kain suci itu
satu hari? seribu tahun hitungan Allah
Allahuakbar, kuucapkan niat untuk sholat, menunduk dan tak menatap depan
ucapan kalimat tasbih yang keluar dari hati begitu menumpuk
hati menangis seolah kaki diujung bara neraka
peluk aku ALLAH .. peluk akuu .. peluk hamba-Mu ini

Selasa, 06 Maret 2012

Senandung Hati

aku menciut dan seolah menjadi kurcaci
senja sore menyapa dengan kharisma langit orange nya
indah dan begitu menenangkan
kutegakkan kepala 
melukiskan tanda titik dua dan tanda tutup kurung

berkhayal dan merasakan menjadi kurcaci yang menelusup awan
percikan sinar matahari senja menyilaukan kelopak mataku 
membuka mata dan seulas senyum tersirat dibibir
"merindukanmu sama seperti melukiskan kanvas langit"

penuh warna yang ingin kutuang
hanya saja tanganku tergerak memoles warna merah muda
tiba-tiba langit mengangkat pelupuknya
terbingkai sebuah lambang pada kanvas langit
cinta. . .

langit yang membuatku merindukanmu
. . cinta . .

. . k a m u . .

                                                                                                       . . k a m u . .

tanpa izin, tanpa ngomong perasaaan itu ada. setiap aku bertemu kamu, kamu tau betapa hebatnya perlawanan antara hati dan tindakkanku? perlawanan itu seperti bertempur dan saling melemparkan bom-bom yang diluncurkan oleh meriam, kamu tau apa efeknya, membuat wajahku memerah. andai aku bisa mengatur dengan baik emosiku, pasti akan selalu aku manfaatkan setiap detik saat kamu berada didekatku. hanya saja, perasaanku tak semudah membalikkan telapak tangan untuk kamu baca dan kamu lihat. aku tak tau bila aku akan jatuh cinta kepadamu. jika saja bisa memilih mungkin aku akan memilih menyukaimu sebagai sahabat, tapi ternyata menyukaimu itu melebihi sahabat. aku selalu sadar akan perasaanku, hanya saja perasaanku tak pernah sadar dan itu yang membuatku selalu diam untuk menyukaimu. kamu tau hal yang paling menyedihkan saat ini, aku tidak mempunyai keberanian untuk bisa mengungkapkan bahwa aku menyukaimu. 


terimakasih telah diizinkan menyukaimu
                           meski kamu tak pernah tau

ini untuk kamu

selalu saja, jantungku berdetak saat kau ada disisiku
saat kau jauh, selalu saja ada rindu untukmu

tak pernah aku merasa sia-sia 
membiarkan kerinduanku tunduk hanya untuk satu namamu
aku rela dan akan terus melakukannya
lagi dan lagi meski tak harus sempurna

kuakui perasaan itu akhirnya luruh dengan sederhana
begitu saja dan tiba-tiba
aku cinta kamu, itulah kenyataannya

ceritakan kepadaku, siapa aku ini dihatimu?
apakah aku ini hadir untuk cintamu dengan ketulusan?
atau sekadar mengumbar kata-kata basi?
biarkan keluguan rasamu yang menjawabnya, jujur

  aku yang selalu menunggu 
dalam dambanya semu

cinta itu, kamu . .

403 FHUP - 10.00 wib

saat pertama kali kita bertemu, dari awal aku udah berharap gak 
akan ada kata dan peristiwa perpisahan.
hanya Tuhan yang pantas membatasi dan menghentikan perasaan sayang aku ke kamu.
tulusnya hatiku tak pernah terjamah olehmu, kamu biarkan hati ini membeku . .
kamu tau rasanya aku mencintaimu itu seperti apa? seperti teko yang pecah dan tak bisa disatukan, .


Senin, 05 Maret 2012

hello my blog

come back again to my blog :)
really miss my blog :)

okey, . .
saya kembali mengaktifkan blog karena saya sangat jenuh dengan permainan dunia maya seperti fb, twitter, de el el . dan faktor utamanya ialah sangat sibuk kuliah #haha ini tulisan pertama saya dibangku kuliah. sangat merindukan merangkai kata kata tentang semua ungkapan-ungkapan yang tak sempat terucap oleh lisan.

terakhir kali menerbitkan entri blog ini adalah oktober 2011, sekarang maret 2012, terimakasih kepada ALLAH yang masih memberikan nafas untuk saya sampai saat ini :) sekarang saya telah menjadi mahasiswi, yang artinya pintu masa depan saya akan segara saya genggam tergantung bagaimana usaha saya mendapatkannya :) saya adalah mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Pancasila Angkatan 2011. Universitas swasta yang terkenal dengan kekayaan mahasiswanya, iya tak jauh dari kekayaan orangtuanya #haha mungkin dulu saya tidak pernah mau menginjakkan kaki di Universitas swasta, tetapi takdir merubah semua opini saya tentang Universitas swasta, dan yang lebih luar biasanya lagi, Universitas swasta lebih nyaman dari pada Universitas negeri :D #haha

harapan saya saat ini hanya ingin menjadi anak yang membanggakan kedua orangtua :) saya ingin menyelesaikan study Hukum saya 3,5 tahun dan langsung melanjutkan study S2 kenegeri Belanda negeri Hukum, insyaallah Allah menjamah do'a saya :)