semua ku indahkan menjadi segurat rona tanya
untuk apa aku diruang hadirmu?
diam sejenak dan ayunkan kata membentuk satu simpul
aku hanya manusia disudut persimpangan
yayaya.. seperti yang ku tau, persimpangan tepi ruangmu
aku terjepit bak tikus yang berdecit
merasakan semilir angin badai menerpa karang hatiku
jauh disana, kau tak ubahnya elang mengais ayam kecil
mencari cari dan kau terus cari
pantas kau ku anggap pangeran berkuda putihku?
ragaku menjawab "tidak"
batinku menjawab "yaa"
lalu... jawaban batinku yang sangat memenuhi rongga
sesak yang ingin ku muntahkan, tak berdaya dan hanya diam saja
`batinku ingin ada diruangmu~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.