Hello :)

cintai hidup dengan keberanian ~

Rabu, 28 Maret 2012

d i a ~

Senin, 26 Maret 2012 at. stasiun Universitas Pancasila tujuan Bogor - 09.30


Sepanjang mata kuliah berlangsung, aku hanya diam tak berkutit menahan sakit yang sangat menyiksa. Aku keluar kelas dengan raut muka yang sangat menyedihkan. Menunduk dan diam saja sepanjang ku langkahkan kaki melewati koridor dan tangga. Aku letih, aku capek, dan aku sedang sakit. Aku berjalan menuju stasiun yang tak jauh dari kampus ku. Membeli karcis dan menunggu kedatangan kereta. Dan itu hal yang paling membosankan, sendiri dan sendiri menunggu kereta datang. Aku tau, akan ada seseorang yang datang dan melakukan hal yang sama seperti yang ku lakukan, membeli karcis dan menunggu kereta. Namun, aku tak berharap banyak seseorang itu datang.. karena sudah terlalu sering ku menunggu kedatangannya.. 15 menit, dia tak kunjung datang.. ku lihat dann ku lirik arloji ku, namun semakin ku lihat semakin melambat saja detik berjalan..

Lalu, ku tundukkan kepala, aku berdo'a " Ya Allah, aku tau Engkau Maha Adil dan Maha Penyayang, izinkanlah seseorang itu berada didekat ku sekarang.. izinkanlah seseorang itu memberikan ku semangat untuk melawan sakit ini.. dan izinkanlah dia datang sekarang.. disini, ditempat ini, dan menarik tanganku untuk duduk didalam kereta.. amin "

Beberapa saat kemudian, aku putus asa untuk menunggu dia.. mendengar bahwa kereta tujuan Depok akan segara datang, bergegas aku berdiri dan mengambil tas ku.. tetapi, ada seseorang yang menarik tanganku untuk masuk kedalam kereta.. aku seperti orang linglung, aku tidak sadar siapa orang itu.. setelah masuk dan orang itu bergegas mencari tempat duduk.. aku masih diam dan mengucap syukur, alhamdulillah Allah denger do'a aku.. dia datang.. dia menarik tanganku.. dia duduk disebelahku.. dan dia dia dia ada disini sekarang..

aku masih diam, dan dia heran melihat sikapku.. dan secara tidak sadar, tangan dia masih memegang tanganku.. bisa dibayangkan betapa berdesir hati ku.. betapa merah rona wajahku.. ingin ku hentikan dan memperlambat waktu saat itu..

akhirnya, dia melepaskan tangannya.. aku sadar hal itu akan terjadi.. dan buru-buru ku atur kendali sikap dan raut wajah ku.. dia memulai topik pembicaraan dengan berkata "kamu lagi sakit? koq muka nya pucet.. sakit apa kamu?" bla bla blaa... aku jelaskan aku sakit apa.. tiba-tiba dia memberikan pandangan yang sangat-sangat dalam, aku tak tau pandangan seperti apa ini, yang jelas hati ku sangat merasakan kebahagiaan memuncak.. dia berkata "kamu jaga kesehatan dong, jangan sakit lagi yaa 'sayang' aku khawatir tau gak sih.. kamu mah gak pernah tau kalo aku khawatir sama kamu.. kamu gak pernah bilang kalo lagi sakit, diem aja sih.. untung aku tau kalo kamu sakit kan.. pokoknya kamu mesti ngomong sama aku kalo ada apa-apa ya.. jangan suka buat aku khawatir.. aku gak suka liat kamu begini.."


- perhatian yang tersembunyi -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.