Cinta itu sederhana, tapi aku selalu memaknainya luar biasa~
Aku tak ingin merasa paling benar mencintaimu, cukup mencintaimu dengan benar saja. Sesungguhnya, untuk apa mencari terlalu jauh lagi jika dalam dirimu aku sudah menemukan alasan untuk bahagia. Ini sudah benar dari awal, aku mencintaimu tanpa tanya. Lalu, tanpa tanya pula kau meniadakan cinta ini. Aku harus apa? Jatuh sedih atau Jatuh cinta?
Ada yang hilang. Berlari maju tanpa melihat mundur. Aku kah yang sedang berlari maju itu? Terus melesatkan kecepatan tanpa tau tujuan untuk apa aku berlari. Hingga dengan sendirinya tersesat dalam putaran waktu. Teringkus hampa, tercabik kaku, bahkan mengemis pada gerimis yang menyulam luka.
Meratapi kebahagiaan, hanya ini kuasaku sepertinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.